About

SPIN SUGAR SQUAD | Sobersides – SunDee

Sobersides atau Dimas Dhyara , lahir di Bali dan semasa remaja hidup di Yogyakarta, Indonesia sembari melanjutkan studinya. Menggemari musik sedari belia, Dimas turut ambila bagian memajukan pergerakan musik alternatif di Yogyakarta antara tahun 2011-2014, termasuk mengelola proyek dan pemanggungan seni berbasis komunitas seperti Common People dan Indiepop Rising Club Jogja. Pada tahun 2011, ia berpartisipasi dalam Outerbeatm sebuah gelaran seni alternatif-mingguan pada gelombang siar Eltira Radio. Sepanjang 2011-2014, Dimas turut mendirikan acara Japanese Whispers sebagai medium bagi band-band indie dari Jepang yang tur ke Yogykarta, dan Totalfeedback yang memanggungkan kegairahan artis dan band indierock, postpunk, 90s dan shogaze. Kini, menetap di Bali, Dimas dengan moniker Sobersides terus meluaskan musik bernuansa eclectic dalam DJ-setnya bersama SPIN SUGAR.

Sobersides aka Dimas Dhyara was born in Bali, and during his teens resided to Yogyakarta, Indonesia for his studies. Embracing and loving music since young, Dimas took part in many side-stream music movements around Yogyakarta circa 2011-2014, including managing community art projects and gigs such as Common People and Indiepop Rising Club Jogja. In 2011, he participated in Outerbeat, a weekly indie/alt music show on the waves of Eltira Radio. During 2011-2014, he established seminal gigs titled Japanese Whispers as a medium for indie Japanese bands touring Yogyakarta, and DIY gigs titled Totalfeedback, showcasing the might of indierock, postpunk, 90s, shoegaze artists and bands. Currently living in Bali, he frequents SPIN SUGAR as Sobersides, playing mesmerising eclectic sets every time behind the decks.

Selanjutnya,  SunDee atau Sandi Kalifadani yang juga lahir di Yogyakarta, adalah seorang musisi, penggila vinyl, dan seniman yang terus bereksperimentasi dan berkarya menggunakan mixed-media. Sandi mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Industri dan mempunyai kegemaran dalam bidang proses bunyi, terapi aural, dimensi suara, pembuatan instrumen, video musik dan kolaborasi antara seni dan iptek. Ia adalah penggagas Folk Afternoon dan Walk the Folk – proyek musik partisipatif yang menhadirkan banyak pribadi dengan latar belakang seni yang multigenre – dengan tujuan menggelorakan semangat kolaborasi dan menghilangkan batas-batas antara panggung dan penonton. Ia juga adalah anggota Gemati, sebuah proyek yang mewacanakan isu-isu sosial dan kultural dalam kebudayaan Jawa melalui eksperimen bunyi, puisi dan seni visual. Kini, Sandi hidup di Bali, juga sebagai seorang yogi dan guru yoga.

Meanwhile, SunDee aka Sandi Kalifadani was born in Yogyakarta, Indonesia. Sandi is a musician, records collector and artist who persistently experiments on numerous media. His background is industrial engineering and he has a keen interest in sound processing, sound therapy, soundscape, instrument building, music video and collaboration between science and art. He initiated Folk Afternoon and Walk The Folk, participatory music projects which bring together people from different backgrounds in the spirit of exchange and eliminate the boundary between stage and audience. He is also a member of Gemati, a project that addresses the issue of Javanese sociocultural phenomenon using various medium of sound experiments, poetry and visual art. Currently he also works as a yoga teacher.